Dokter Jelaskan Pengaruh Postur Duduk terhadap Kesehatan Tulang Belakang

Postur duduk terhadap tulang belakang

postur duduk terhadap tulang belakang memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh, terutama bagi orang yang menghabiskan waktu lama di depan meja kerja atau layar komputer. Dokter ortopedi menjelaskan bahwa posisi duduk yang salah dapat memberi tekanan berlebih pada tulang belakang dan jaringan di sekitarnya.

Menurut penjelasan medis, tulang belakang dirancang memiliki lengkungan alami. Saat seseorang duduk membungkuk atau terlalu condong ke depan, lengkungan ini terganggu. Akibatnya, beban tubuh tidak terdistribusi secara merata dan menekan cakram tulang belakang. Kondisi ini dapat memicu nyeri punggung bawah, leher kaku, hingga sakit bahu.

Dokter menegaskan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama tanpa jeda juga memperburuk kondisi tulang belakang. Otot penyangga menjadi lemah karena jarang digunakan secara aktif. Dalam jangka panjang, hal ini berisiko menyebabkan gangguan postur permanen, seperti kifosis atau lordosis berlebihan.

Postur duduk yang dianjurkan adalah posisi tegak dengan punggung lurus, bahu rileks, dan kaki menapak rata di lantai. Layar kerja sebaiknya sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak terus-menerus menunduk. Kursi dengan sandaran punggung yang menopang lengkungan alami tulang belakang juga sangat disarankan.

Selain memperbaiki postur, dokter menyarankan untuk rutin berdiri dan melakukan peregangan setiap 30–60 menit. Gerakan sederhana dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot.

Kesimpulannya, postur duduk bukan hal sepele. Kebiasaan duduk yang benar dan disertai aktivitas fisik ringan dapat mencegah berbagai masalah tulang belakang. Perubahan kecil dalam cara duduk dapat memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

borneo303 Slot Gacorhttps://library.upr.ac.id/